Perbedaan merek dua pabrikan motor, bukan menjadi halangan untuk
menyamakan aliran modifikasi. Adalah Fery Mauludin pembesut Honda Mega
Pro dan Irfan Bondus yang punya Yamaha Scorpio Z membangun motor jadi
keluarga Minor Fighter. Acuan modifikasinya sudah tentu street fighter.
Kalo sudah sehati tinggal realisasi. Kedua sahabat ini,
mempercayakan rebuild ke Dien’s Bike, yang ngendon di Jl. Kolonel Sugino
No. 24, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dien’s Bike memang tergolong
produktif urusan modifikasi.
“Kami bosen dengan aliran modifikasi motor sport yang monoton.
Kami sebagai pembesut motor batangan jangan sampe biasa-biasa aja,”
kompak sahabat dari keluarga Minor Fighter (MF) Simpul Jakarta ini. Biar
lebih tahu dan tahu lebih, nyok kita bedah ubahan kedua motor sahabat
ini.
KOMPAK PILIH UPSIDE DOWNUntuk meredam getaran akibat
jalan raya Indonesia yang kurang bersahabat, keduanya kompak aplikasi
sok model upside down di haluan depan. Namun untuk pemilihan merek,
mereka ogah sama. Scorpio Irfan, mengusung copotan satu atap alias
sepabrik, doi pakai sok Yamaha R1. Sedangkan di Mega Pro Fery sedikit
selingkuh dengan pabrikan lain, adopsi Suzuki GSX-R 400.
“Pemasangan
kedua sok upside down ini, tinggal penyesuaian di bagian as komstir.
Seperti di motor Scorpio, as komstir kepunyaan Yamaha R1 harus
dikecilkan dulu agar bisa dipasang di lubang komstir Scorpio,” jelas
Hanas Choerudin yang biasa dipanggil Udin sang modifikator.
FULL FRAME DAN 50% CUSTOMYang dimaksud full frame
custom yaitu semua frame atau sasis motor dibuat ulang. Untuk modifikasi
full frame custom dilakukan di Scorpio biru buntung.
Dari 50%
frame custom yaitu sasis original yang diambil hanya centerbone saja.
Sedangkan backbone dipotong dan digantikan dengan rangka baru yang juga
berbahan seamless. “Ukuran diameter pipa seamless yang digunakan antara
1, 1,5 dan ¾ inci.
“Ubahan ini bukan karena beda pendapat. Tapi,
karena keadaan rangka Scorpio, ketika mengalami penggantian mono arm,
rantai mentok ke sasis dudukan arm. Jalan satu-satunya rangka harus
dibuat ulang,” kata Udin.
Sedangkan di Mega Pro masih aman ketika
menggunakan arm lebar. Karena tipe sasis yang mono tube. Bayangkan gir
depan saja tergeser hingga 6 cm dari standarnya. “Tapi karena inilah
full frame custom jadi sebuah virus yang merambah di MF Simpul Jakarta,”
seru Udin.
LENGAN AYUN OGAH SAMAModifikasi aliran boleh sama,
namun selera keduanya jangan sampe disamakan. Nanti malah jadi motor
kembaran, kan malah monoton. Buat memperkuat aura street fighter, harus
mengalami banyak ubahan. Seperti penggantian swing arm. Biar membumi,
Fery lebih memilih lengan ayun seperti kabanyakan yang masih double arm,
aplikasi dari Honda CBR 1100 XX. Dipadukan pelek lebar Kawasaki ZX-7R
dan ban gembot kepunyaan Michelin.
Sedangkan Irfan adopsi mono
arm kepunyaan motor asal Inggris yang berngaran Triumph Daytona, satu
set dengan pelek belakang. Tapi, pelek depan doi malah aplikasi
kepunyaan Yamaha R1. “Biar lebih keren dibanding yang lain, dan bikin
virus baru di kalangan keluarga Minor Fighter,” seru Irfan yang bukan
Irfan Bachdim.
“Penyesuaian sudah pasti dibagian dudukan lengan
ayun, semua swing arm disesuaikan ke rangka saja. Karena ukuran swing
arm yang lebar otomatis, gir belakang harus ngikutin dan solusinya 6 gir
ditumpuk lantas dilas agar garis pertemuan gir depan belakang bisa
center,” seru Udin yang bukan Udin Petot. He..he...
BUNTUNG VS BEREKORCiri khas dari sononya memang
Keluarga Minor Fighter, buntutnya buntung seperti modif di Scorpio biru
ini. Tapi, kan yang namanya keluarga bebas saja untuk memilih buntut
model buntung atau berekor. “Yang pasti mah single seater deh,” kata
Fery yang keluarga Minor Fighter Simpul Jakarta ini.
Pemanjangan
buntut alias ekor di Mega Pro ini lewat aplikasi pipa seamless ¾ inci
yang dibikin sekitar 50 cm. lanjut dibalut cover berbahan fiber, untuk
penutup backbone baru biar lebih tampil ciamik dan rapi yang didesain
meruncing kebelakang. Dikombinasi stop lamp LED, biar aman ketika mau
berhenti.
Buntut Scorpio dibikin dari pipa besi dengan ukuran sama namun panjangnya hanya dibedakan 20 cm. Sehingga didapat kesan buntung.
Buat
mempertegas Keluarga Minor Fighter, Irfan sedikit ngasih tanda di jok
yang dibikin buntung dengan patch bertulisan “MINOR FIGHTER-WILD RADICAL
RESPECT”. Irfan juga tak lupa untuk memasang stoplamp bernuansa LED.
Wih kompak tuh he he.
(motorplus-online.com)DATA MODIFIKASI
Honda Mega Pro
Sok belakang: Kawasaki ZX-7R
Knalpot : Custom by Stanlee
Paint work : Danagloss
Pelek : Kawasaki ZX-7R
Yamaha Scorpio Z
Spidometer : Koso RX-1N
Lampu depan : Hella
Sok belakang : Honda CBR 1000R
Knalpot : Custom by IMS Chuenk Footstep : Yamaha R6