phone: +62 812 1250 2007
e-mail: sgc86mb@gmail.com
Showing posts with label motor tua. Show all posts

Gadis Muda Pecinta Yang Tua

Jakarta - Saat ini, di jalanan mata kita sudah terbiasa melihat wanita menggunakan motor skutik atau motor keluaran baru. Tapi motor jadul? Tunggu dulu, sangat jarang.

Memiliki kendaraan tua namun masih mampu diajak jalan jauh, memang suatu kebanggaan tersendiri. Terlebih lagi yang mengendarai seorang perempuan.

Hal inilah yang menjadi alasan Nevia Senja (22), untuk tetap mengendarai motor Jerman DKW Junior 125 cc.

"Kalau memakai motor tua itu, pasti lebih berkharisma. Terlebih lagi jarang sekali seorang cewe, mau mengendarai kendaraan tua seperti ini," ucap nevia.

Memang anggota wanita satu-satunya dari Brotherhood Chapter Jakarta ini, juga mengakui betapa susahnya di saat motor sedang ngadat.

"Untuk mendapatkan motor 2 Tak DKW Junior 125cc ini, saya harus rela menabung uang saya. Tapi tidaklah mengapa karena saya sangat suka dengan motor tua, dan rencananya saya mau mengganti motor saya dengan motor Norton 350cc tahun 1956," ucap gadis bertato ini.

Dara cantik ini juga mengaku, sangat senang bisa bergabung dengan Brotherhood semenjak tahun 2007.

"Di sini itu sangat kental persaudaraannya, bahkan hubungannya melebihi saudara sendiri. Dan saya tidak pernah merasa takut berada disini, karena di sini banyak saudara saya. Terlebih lagi berada dalam brother itu tidak membedakan satu sama lain, semua yang berada di sini itu sama," kata anak semata wayang ini.

Saat ditanya bagaimana harapannya terhadap brotherhood, dara muda yang baru lulus kuliah ini pun menjawab dengan tegas. "Semua harapan saya sudah terwujud. Dan lagi pula Brotherhood itu sudah besar," tutup dara ini sambil tersenyum.

Nevia Senja: Cewe Gaul, Pecinta Motor Jadul

JAKARTA RIMANEWS — Hobi tidak mengenal jenis kelamin. Itulah yang terdapat pada gadis muda bernama Nevia Senja, pecinta sepeda motor tua. Wajah cantiknya mampu menarik perhatian banyak orang ketika ia menunggangi motor tua kesayangannya.
Berpenampilan layaknya seorang biker, gadis berkulit kuning langsat dan berambut panjang ini mulai mengendarai motor sejak usia 15 tahun. Saat itu Senja masih berstatus sebagai pelajar SMP. “Aku diajarin temanku naik motor.” Ujarnya.
Sejak itu wanita kelahiran Jakarta 21 tahun lalu mulai menyukai sepeda motor. Kemana ia pergi selalu dengan sepeda motor yang dipinjam dari temannya.
Namun kecintaannya dengan sepeda motor tua berawal saat dia menduduki bangku SMA. Ketika itu sang pacar adalah anggota MACI (Motor Antique Club Indonesia) Bogor, yang selalu memboncengi Senja saat jalan dengan sepeda motor tuanya.
Motor pertamanya Triumph Tiger Cub tahun 1961. Namun sang motor lebih sering ngadat, dan akhirnya bertemu dengan DWK lansiran tahun 1955, yang kini selalu menemani kemana dia melangkah.
Untuk urusan perawatan sepeda motor tua, Senja melakukan sendiri.  Membersihkan busi, karburator, hingga tali kopling putus menjadi hal yang biasa dilakukan. Maka tak heran jika banyak orang terpukau saat melihat dia memperbaiki motor tuanya yang sedang ngadat atau saat mengendarainya.
“Aku sangat menikmati semua ini. Naik motor tua, walaupun terlihat urakan tapi berkharisma.” Bangga gadis lulusan Universitas Trisakti jurusan Manajemen Hospitality tahun 2010. Senja juga ingin membuktikan bahwa wanita pun mampu melakukan pekerjaan laki-laki.
Kecintaannya dengan motor tua disalurkan dengan bergabung di Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC) Chapter Jakarta pada tahun 2008, Komunitas pecinta sepeda motor tua yang berpusat di kota Bandung.
Gadis bertato ini selalu aktif di setiap kegiatan BBMC Jakarta maupun pusat. Untuk touring, perempuan yang juga hobi nge-band ini pernah menjelajahi Linggar Jati, lalu ke Bali dengan BSA sidevalpe tahun 2009 silam. Karena aktivitas tinggi itu, kini statusnya di BBMC adalah Virgin menuju life members kasta tertinggi di komunitas ini.
Keluarga pun memberi kepercayaan penuh akan hobinya yang terbilang nyentrik. “Dengan motor tua, serta BBMC, semua terasa Indah,” Tutur Senja. Dan dia pun berkeinginan sekali bisa keliling Indonesia, lihat budaya, dan keindahan Nusantara tentunya dengan mengendarai DWK R125 tahun 1955 miliknya. (Ach/DP)

MOTOR TERBESAR DI DUNIA

Sekelompok penggemar dipimpin oleh Tilo Niebel di desa Jerman Timur Zillah menunjukkan rakasa sepeda motornya yang dirakit dengan tangan. Raksasa Motor yang beratnya hampir lima ton dan panjang lima setengah meter, dilengkapi dengan mesin dari tank T55 buatan soviet yang punya daya 800 tenaga kuda, Pejabat dari Guinness World Book of Records! mencatat berat sepeda motor 4740 Kg . Tilo Niebel membuat motor ini, dengan menggunakan mobil Soviet shell dan mesin dari tank T55 Rusia

Untuk mengemudikan motor raksasa, biker perllu untuk belajar menggunakan stang kmudisepanjang dua meter. Bingkai, suspensi - semua detail yang dikumpulkan dari bekas peralatan militer. Dari mana mereka mendapatkan mesin dari tank Soviet, pembuat menolak untuk mengatakannya, namun ia mengatakan bahwa mesin itu dari kendaraan tank yang dibuat tahun 1986.






Memilih Gaya Modifikasi Sepeda Motor Tua

Penulis: Donny Apriliananda | Kamis, 30 Mei 2013 | 17:43 WIB
Sumber : KompasOtomotif | Author : donny apriliananda
Honda CB 350 (kiri), Honda CB 750 (kanan). Pertahankan aura klasik meski tampak modern.
Jakarta, KompasOtomotif – Bingung memodifikasi sepeda motor? Alternatif yang tak kalah menarik, merombak sepeda motor tua! Hasilnya, bisa dibanggakan dan tak kalah menyenangkan dibandingkan sepeda motor masa kini. Hal yang mesti diperhatikan, harus sabar dan jeli dalam proses penggerjaan dan jangan melakukan perubahan setengah-setengah.

Donny Ariyanto, punggawa Studio Motor yang bermarkas di Jalan Kesehatan Raya, Bintaro, Jakarta Selatan, mengatakan, untuk memodifikasi sepeda motor tua gampang-gampang susah. ”Gampangnya, model-model yang dibikin tak jauh dari aroma klasik. Susahnya, membuat aura agar sepeda motor muncul kembali seperti saat baru. Apalagi kalau mesinnya bermasalah dan suku cadangnya terbatas,” urainya kepada KompasOtomotif.

Untuk itu, Donny memberikan tips khusus cara memodifikasi sepeda motor tua. Intinya, berusahalah mengembalikan kejayaannya seperti sediakala.

1. Plihan modifikasi, restorasi((membangun ulang seperti aslinya) atau memodifikasi  total (kustom). Kalau yang dipilih restorasi, butuh kesabaran ekstra, apalagi jika ingin mengembalikan komponen-komponen orisinal yang sulit didapatkan. Otomatis, waktu pengerjaan lebih lama.
2. Jika kustom, pilih gaya vintage. Mempertahankan aura klasik sangat penting agar tidak melenceng dari kodrat sebagai sepeda motor usang. Aliran ini banyak turunanya, antara lain boober, street tracker, traditional chopper jika bermesin besar, cafe racer dan banyak lagi.
3. Jangan coba-coba mendandani ke konsep modern. Misalnya, Honda CB100 dibuat street fighter. ”Nanti malah jadi aneh. Tampang klasik bisa jadi moderen kok, tergantung konsep dan pengerjaannya. Kalau dipaksa, aura kejayaan sepeda motor memudar,” tegas Donny.
4. Sesuaikan dengan dimensi. Kebanyakan sepeda motor tua di Indonesia menggunakan mesin berkapasitas kecil. Memaksakan desain gambot atau besar, tapi mesinnya cungkring malah jadi bahan guyonan. Usahakan ketika dipandang, tampak serba ”penuh”.
5. Optimalkan dengan unsur moderen. Misalnya penggunaan cat dua warna atau setang dan model baru dan penggunaan lampu LED. Pernik detail akan membuat penampilan jadi klimis kendati beraura klasik.